Friday, April 27, 2007

Lain ladang lain belalang

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.

Semua anak yang pernah melewatkan masa-masa sekolah dasarnya di Indonesia pasti tahu arti peribahasa (atau pepatah?) di atas.
Setelah kurang lebih 17 tahun meninggalkan bangku SD, baru terasa sekali makna yang nyata dari peribahasa itu.
Yang saya rasakan saat ini bukanlah mengenai betapa berbedanya budaya, kebiasaan atau perilaku orang barat dan timur, dimana misalnya si Katrin (teman serumah saya, dia orang Jerman) ternyata mempunyai cara mencuci piring yang berbeda dengan cara saya mencuci piring,
tapi mengenai bagaimana sebuah satuan terkecil dalam masyarakat (alias keluarga) bisa menciptakan individu yang berbeda.
Terutama sekali dalam hal bagaimana cara seorang individu memutuskan sesuatu.

Saya baru menyadari, kalau keluarga itu berkontribusi memberikan pengaruh terbesar - setidaknya bagi saya - dalam membentuk cara berpikir dan bertindak seorang anak.

Saya lahir di tengah keluarga besar yang terbuka, terutama mungkin keluarga ibu.
Terbuka di sini dalam arti mau menerima dan menghormati perbedaan, bersedia untuk terbuka, memberi dan mendengarkan.
Akibatnya, seringkali banyak hal dibicarakan bersama-sama di dalam keluarga.
Dibicarakan di sini maksudnya hanya untuk memberikan masukan dan pendapat, tapi tidak untuk memutuskan.
Segala keputusan tetap berada di tangan setiap individu.

Akhirnya, dibawalah kebiasaan yang satu ini ke dalam keluarga kecil buatan ibu dan bapak.
Contoh terakhir adalah yang baru saja terjadi pada adik saya.
Setelah lulus kuliah dan melamar ke berbagai perusahaan, akhirnya dia dapat kesempatan untuk mengikuti tes dan wawancara di beberapa perusahaan.
Walaupun yang akan bekerja adalah adik saya, tapi dia bercerita tentang semua kemungkinan dan meminta masukan. Semua memberikan pendapatnya dan adik saya mendengarkan.
Ternyata apa yang dipilih adik saya sama sekali berbeda dengan apa yang kami sarankan.
Dia memilih untuk bekerja jauh di luar bidang kuliahnya dan dengan jam kerja yang amat sangat fleksibel (pagi, siang, sore, malam, tengah malam, atau subuh).
Toh akhirnya kami semua menerima apa yang sudah dipilihnya, selama dia sendiri menikmatinya.
Itu hanya satu contoh saja.

Sebenarnya baru saat ini saya menyadari benar-benar adanya kebiasaaan ini di dalam keluarga saya. Sebelumnya malah saya pikir itu hal biasa yang dilakukan semua orang di setiap keluarga, terutama keluarga timur.
Tapi ternyata saya salah.
Itulah sebabnya saya menuliskan peribahasa itu di awal tulisan.

Kebiasaan ini ternyata bisa memberi label buruk pada saya, bahwa saya terlihat seperti orang yang tidak tahu apa yang dirinya sendiri inginkan.

Hanya karena saya terbiasa untuk berbagi cerita kepada keluarga sekaligus mendengarkan pendapat mereka sebelum saya membuat suatu keputusan.
Untunglah kesimpulan sampai saat ini adalah: saya tahu apa yang saya inginkan.
Walaupun kadang tidak mudah juga untuk bisa berkata seperti itu..

Monday, April 23, 2007

Wed

Most people said that girls usually have their.. *how to say* dream? about their wedding.
What they will wear, where the wedding will take place, etc..
They just leave one blank-part: the groom :p

I never had a dream or imagination or whatever about my wedding.
Ok.. maybe a little bit.. i.e. about the "kebaya" (our traditional clothes) or something ridiculous, such as: I want to marry Superman :p
That's it, nothing more.

So when someone asks me at the moment, what do I want for my wedding, I will say: "terserah deh.." (up to the person who wants to marry me)

Moral of the story:
Punya banyak mimpi itu tidak baik utk kesehatan.
Jadi stop 'berangan2'..
kerja lagi saja sana.. hehe.. :p

Friday, April 20, 2007

Resign

Hari ini hari terakhir Julia di kantor..
Hari selasa besok dia terbang ke florida. Dia dapat internship di sana utk 1 tahun.

Tadi pagi pd patungan buat dia.. Kita ngasih dollar hehe.. Ga tau kekumpul berapa.
Lucu gitu pas nulis kartu pd ga ada yg mo nulis.. Ga tau mo nulis apa..
Trus akhirnya pd ngumpul di ruangannya dia semua.. Kasih selamat jalan..
Eh tapi aku baru inget, kok pd ga nyalamin dia satu2 ya..hehe.. (tapi tadi sebelum dia pulang, dia nyamperin kita satu2 sih.. Buat say goodbye)
Ya gitu deh.. Aku jd tau gimana org jerman bikin perpisahan buat koleganya..
Gitu doang ternyata hehehe..

Jadi inget waktu hari2 terakhir aku di kantor dulu..
Sore2 sebelum jam pulang semuanya pd ngumpul di ruang tengah kantor, trus bu Tini dr HRD yg membuka, ngasih tau aku mo resign. Trus krn pak Arief (bos ku) lg keluar kota, jadinya pak Edi yg ngasih pengantar..
Intinya sih ya bilang makasih udah join, sukses buat selanjutnya, dst..
Abis itu dapet kenang2an, kaos sama payung dgn merk kantor (dimana payungnya bener2 payung indonesia, baru kena angin jerman sekali langsung rusak..hehe :p sedangkan kaosnya masih aku pake sampe skrg)
Trus bbrp temen ngasih kesan dan pesan.. Mas Adji dan mbak Meta..
Trus gak taunya masih dapet kenang2an lagi.. Special dr temen2.. Kalung emas dengan liontin huruf K =) Sampe skrg masih ada, aku bawa2 terus di sini..

Beberapa hari sebelumnya, kita makan2 di bakmi GM Kelapa Gading..
Lupa aku berberapa belas orang ya.. Kayaknya hampir satu kantor hehe..
Abis berapa ya waktu itu.. Hmm.. Lupa.. Banyak deh hehe :p
Tapi gpp.. Sekali2 mentraktir itu baik adanya :D

Gimana rasanya hari itu? Campur aduk..
Sedih iya, tapi seneng jg iya..
Biasa aja jg iya sih hehe.. Abis bbrp hari kemudian aku masih balik ke kantor..
Gara2 kelupaan tulis email ke kolega2 di kantor2 tetangga kalo aku udah resign :p
(masih ada yg nanya report ke aku soalnya.. Pdhl aku udah resign hehe)

Si Julia mungkin sekarang perasaannya sama kyk aku dulu. Campur aduk.
Antara sedih dan seneng.
Sedih krn harus pergi, seneng krn harus pergi juga :)
Hayo.. Pasti yg pernah ngalamin kyk gini pasti jg ngerasa kayak gitu.. Ya nggakkkk.. :p *maksa*


Ada waktunya bertemu, ada waktunya berpisah.
Ada waktunya untuk menetap, ada waktunya untuk berkelana.
Ada waktunya untuk hanya melihat 1 dunia, ada waktunya untuk melihat banyak dunia.

Thursday, April 19, 2007

Goyang pinggul

Senin sore.
Sudah bertekad bulat untuk datang ke kelas aerobik hari ini.
Sayang banget Ariane gak bisa ngajar hari ini, jadi diganti sama Nadine.
Nah, si Nadine ini nyelipin gerakan2 goyang samba plus goyang2 pinggulnya.
Setelah berusaha utk ngikutin bener2, abis itu baru sadar.. susah banget ya ternyata bergoyang pinggul yang baik dan benar itu...
Gimana caranya penyanyi2 dangdut itu belajar goyang pinggul ya??

*nyerah deh..*

Thursday, April 05, 2007

Until we meet again

we come from many different places
and met in this small city
we've shared our days together
to learn and to become best friends

then the time came
when we had to go to different ways
we knew that we will meet again
for the final day

when the final day came
we made celebration
for what we have achieved
and for the reunion

but then we forget
it's also a farewell

now we all feel really sad
because we never know when we will meet again..


*for kom, one of my best friends, who will fly back to his homeland for good,
who reminds me that life is not only about ourselves, to get only what we want.. there is a time when we should give it back, especially to the people who always give their love and support, no matter where we are and how we are.
I wish him all the best, for his life and his future..
Until we meet again, my dear friend..

~sedih bgt..;( *hiks*~