Sudah jam 5 lewat, saatnya pulang.. *senangnya*
Tapi.. begitu melihat ke luar jendela: hujan mulai turun rintik-rintik.. *yahh..*
Akhirnya demi tidak ditinggal bis, langsung buru-buru pergi.
Masih sekitar 20 meter dari jalan raya, bis sudah terlihat hendak melintas di depan mata.
Untung saja pak supir melirikkan matanya ke kanan jalan, terlihatlah aku berlari-lari cepat.
*fiuh..* akhirnya masuk juga ke dalam bis.
Sampai di rumah jam 6 kurang, Katrin belum pulang tampaknya.
Biasanya kami selalu pergi dan pulang pada waktu yang hampir bersamaan.
Bedanya, dia hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai di depan kelas, sedangkan aku butuh setengah jam untuk sampai di depan pintu kantor..
Dengan catatan: bis tidak ngaret. *di sini sering sekali bis datang terlambat.. - terlambat 10 menit dari jadwal di halte, misalnya -*
Malam ini malas masak, jadi buat pancake saja.
Sambil menonton That 70's Show di pojok kamar - yang belum kelar juga aku tonton dari tahun lalu -, aku nikmati pancake berlumuran madu dan mesyes.
Sehabis makan, aku putuskan untuk menjahit celana panjang yang baru dibeli 3 minggu lalu.
Maklum, badanku bukanlah badan yang proposional seperti peragawati, jadi susah sekali bisa dapat celana panjang yang tepat panjangnya.
Setelah selesai, aku tanya Katrin. "kepanjangan gak ya?"
Akhirnya setelah dilihat-lihat, sepertinya masih kepanjangan.
Bongkar lagi deh..
Nah, kali ini harusnya sudah pas panjangnya.. *senangnya, akhirnya selesai juga..*
Tinggal sentuhan terakhir: menyetrika.
Karena setrika punya Katrin ini model setrikaan yang agak canggih (dengan lubang-lubang uapnya), aku set agak maksimal, biar cepat panas dan pas keluar uapnya (jadi lebih cepat licin lipatannya) *ini yang nantinya aku sadari sebagai pemikiran yang ogeb*
Ehhh.. ternyata aku lupa mengembalikan lagi ke setingan yang lebih kecil..
Begitu setrikaan aku tempel ke celana, secepat kilat aku sadar ada yang salah...
HUAAAHHH..
mo marah tapi gak bisa.. mo sebel ya mo sebel sama siapa.. emang gara-gara aku juga yang salah.. mo nangis juga ngapain..
akhirnya jadi ketawa sendiri.. trus pergi ke Katrin sambil menunjukkan kebodohanku..
"Katrin.. Ich habe meine Hose kaputt gemacht!!" "Wieso.." dan begitu dia lihat bekas setrikaan yang menempel di celanaku, langsung dia bilang: "Scheiße..."
Akhirnya dengan sedikit menghibur aku, dia bilang kalau lebih baik dipotong pendek saja sekalian, buat dijadikan sommer hose alias celana musim panas..
Yahh.. sepertinya sih bakal aku buat begitu aja deh.. daripada gak bisa dipakai sama sekali =(
Daripada sebel, akhirnya aku tinggal mandi aja deh.
Eh iya, sebelum mandi cerita dulu sama pacar tercinta soal celana tadi.. siapa tahu dapat penghiburan..
lha...gak taunya malah kena marah.. hahaha..
Malah dia yang sebel.. sampai akhirnya menyimpulkan bahwa aku tidak bisa dibiarkan sendirian saja dengan alat-alat elektronik.. soalnya bisa-bisa nanti mesin kopinya rusak atau bajunya rusak gara-gara aku gak baca manualnya hehehe.. (sampai nanya apa aku pernah baca manual mesin kopi yang ada di rumah.. :p) aduuh.. kok sampai segitunya.. hehe.. aku cuman ketawa-tawa doang dengernya..
Kesimpulannya,
1. baca semua petunjuk sebelum mengerjakan sesuatu (aku gak baca petunjuk di celanaku, kalo ga boleh disetrika panas2..)
2. jangan cerita hal2 yang disebabkan kebodohan diri sendiri ke cowok (yang ada malah gak dipercaya kayak aku deh hehe..)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment