It's not easy at all.
Sometimes I feel like everybody knows what's best for me.
Correction - they think they know.
So they will tell me to do this and that,
or they will tell me not to do this and that,
or they will treat me like I'm an idiot or alien (who has no feeling),
or they will act like nothing's going on,
or they will keep a distance,
or they will just leave me,
or they will just become silent.
I believe that I am the one who knows what's best for myself.
The big problem is,
sometimes I don't know what's best for myself..
I hope it's not so pity.. and I know I'm not alone.
But I really hope I could find it someday.
I just don't want to die before knowing what's best for my life.
Friday, May 30, 2008
Thursday, May 29, 2008
Doaku hari ini
Tuhanku yang baik,
boleh gak aku minta sesuatu?
Sesuatu yg aku aku lihat pertama kali waktu tk nol kecil.
Sesuatu yg aku pernah takutkan dan bikin aku trauma.
Sesuatu yg sempat gak pernah aku coba bertahun-tahun.
Sesuatu yg ternyata sampai sekarang masih belum juga berhasil aku dapatkan..
Tuhanku yang baik,
mumpung sampai sekarang Tuhan masih memberikan aku hidup,
tolong bolehkan aku menuntaskan sesuatu ini ya..
Bukan harta, bukan uang, bukan orang kok Tu..
Biarpun harus sampe nangis-nangis,
biarpun sampe pegel-pegel dan kram-kram,
biarpun mesti nebeng tidur di sofa orang *moga2 ada yg mau kasih tebengan..*,
biarpun harus mondar-mandir di jalan,
biarpun harus bayar banyak,
atau terpaksa merasa diperlakukan seperti orang asing,
tolong tetap berikan aku kekuatan ya Tuhan.
Kekuatan buat masa bodoh,
buat gak mikir macem2,
dan buat gak mikir aneh2.
Berikanlah jg hati yang sekeras batu, ya Tuhan.
Biar mo ditampol-tampol atau mau ditusuk-tusuk juga gak bakalan ngefek.
Biar semuanya hilang dulu sejenak, dan yg tinggal cuman 1 keinginan ini.
Sekarang aku cuman pingin satu ini aja Tuhan..
Aku cuman pingin.....
*serius mode nih*
boleh gak aku minta sesuatu?
Sesuatu yg aku aku lihat pertama kali waktu tk nol kecil.
Sesuatu yg aku pernah takutkan dan bikin aku trauma.
Sesuatu yg sempat gak pernah aku coba bertahun-tahun.
Sesuatu yg ternyata sampai sekarang masih belum juga berhasil aku dapatkan..
Tuhanku yang baik,
mumpung sampai sekarang Tuhan masih memberikan aku hidup,
tolong bolehkan aku menuntaskan sesuatu ini ya..
Bukan harta, bukan uang, bukan orang kok Tu..
Biarpun harus sampe nangis-nangis,
biarpun sampe pegel-pegel dan kram-kram,
biarpun mesti nebeng tidur di sofa orang *moga2 ada yg mau kasih tebengan..*,
biarpun harus mondar-mandir di jalan,
biarpun harus bayar banyak,
atau terpaksa merasa diperlakukan seperti orang asing,
tolong tetap berikan aku kekuatan ya Tuhan.
Kekuatan buat masa bodoh,
buat gak mikir macem2,
dan buat gak mikir aneh2.
Berikanlah jg hati yang sekeras batu, ya Tuhan.
Biar mo ditampol-tampol atau mau ditusuk-tusuk juga gak bakalan ngefek.
Biar semuanya hilang dulu sejenak, dan yg tinggal cuman 1 keinginan ini.
Sekarang aku cuman pingin satu ini aja Tuhan..
Aku cuman pingin.....
bisa berenang..
*serius mode nih*
Wednesday, May 28, 2008
Serenity Prayer
Saturday, May 24, 2008
Jumat Kejepit
Friday, 21 May 2008.
I thought today I wouldn't have so many things to do at work, but I was totally wrong.
It turned out to be a hectic day. Thanks God I could finally leave the office at 4 (that's already 1 hour overtime..), and just left all those works.
Well, I think we should be able to really separate our works with our life. I mean, I don't live to work, but I need to work for living.
Anyway, from the office I went directly to the city swimming pool, to ask whether they have a swimming course for adult. Yup, I want to learn swimming.. that's on my things-to-do-b4-30 list.
Too bad that I've missed the course already. They have started the course, and will open again around mid of August. And that's too long (and also too late - considering my bday is in July).
Hmm.. I should find another way.
After that, didn't know where next to go, I finally went home.
Katrin is on vacation with her parents until beginning of June, so (again) I'm alone.
The XYZ feeling came again, but I could manage it. So it didn't last long.
Then I had this story telling with Chinmi. Old-funny life story.. :p *thanks chin dah mo dengerin cerita2 gak jelas itu haha - and thanks for the compliment.. it's sure very helpful when my self esteem is going down and down and down.. :p *
And finally, today I cooked steak for dinner.. :) The first steak for this year!
Yoi.. I rarely ate big meat and junk foods at home during my stay with Katrin. I feel guilty everytime I eat unhealthy foods in front of her.. :p But that's good actually for me.
Somehow, I think I'm easily influenced by my surrounding. In a good way.
From Katrin I learn: to always stay clean, to eat less red meat, to eat more salad, to have healthy breakfast, and to eat local food.
But still, she cannot influence me to like eating apple, though she does that so often.
I don't know why, it's very difficult to me to really like eating apple. Not because I don't like it, but I'm just lazy. But this doesn't happen with bananas. *seltsam*
Anyway. that's only unimportant story to write..
I thought today I wouldn't have so many things to do at work, but I was totally wrong.
It turned out to be a hectic day. Thanks God I could finally leave the office at 4 (that's already 1 hour overtime..), and just left all those works.
Well, I think we should be able to really separate our works with our life. I mean, I don't live to work, but I need to work for living.
Anyway, from the office I went directly to the city swimming pool, to ask whether they have a swimming course for adult. Yup, I want to learn swimming.. that's on my things-to-do-b4-30 list.
Too bad that I've missed the course already. They have started the course, and will open again around mid of August. And that's too long (and also too late - considering my bday is in July).
Hmm.. I should find another way.
After that, didn't know where next to go, I finally went home.
Katrin is on vacation with her parents until beginning of June, so (again) I'm alone.
The XYZ feeling came again, but I could manage it. So it didn't last long.
Then I had this story telling with Chinmi. Old-funny life story.. :p *thanks chin dah mo dengerin cerita2 gak jelas itu haha - and thanks for the compliment.. it's sure very helpful when my self esteem is going down and down and down.. :p *
And finally, today I cooked steak for dinner.. :) The first steak for this year!
Yoi.. I rarely ate big meat and junk foods at home during my stay with Katrin. I feel guilty everytime I eat unhealthy foods in front of her.. :p But that's good actually for me.
Somehow, I think I'm easily influenced by my surrounding. In a good way.
From Katrin I learn: to always stay clean, to eat less red meat, to eat more salad, to have healthy breakfast, and to eat local food.
But still, she cannot influence me to like eating apple, though she does that so often.
I don't know why, it's very difficult to me to really like eating apple. Not because I don't like it, but I'm just lazy. But this doesn't happen with bananas. *seltsam*
Anyway. that's only unimportant story to write..
Wednesday, May 21, 2008
Gampang ciut
Kalau mau memperhatikan benar-benar, ternyata kita bisa menemukan sedikit demi sedikit diri kita dari kejadian sehari-hari.
Contohnya hari ini.
Dalam perjalanan pulang ke rumah (dari kantor), masih di dalam bis, tiba-tiba handphoneku bunyi. Si Mehmet telpon aku, ada apa ya? (dalam hati).
Begitu kuangkat, langsung deh terdengarlah kata-kata Mehmet di telingaku, kata-kata dengan nada marah!
Kaget. Itu reaksi pertamaku.
Ternyata aku sudah melakukan kesalahan: tidak mendengarkan kata-katanya untuk mengunci pintu belakang kantor.
Sebenarnya bukan karena lupa. Aku ingat kok, tapi begitu mau pulang, aku tanya ke teman kantor yg lain, Alex, dia bilang gak perlu dikunci karena si bos masih di situ (dia pikir si bos punya kunci pintu belakang juga).
Sialnya, ternyata si bos gak punya kunci pintu belakang.
Yah, aku salah deh. Salah karena mendengarkan orang yang salah.
Ini jadi pelajaran juga buat aku, spy hati-hati mendengarkan orang.. jgn main ikut aja, yakin dia benar. Akhirnya aku mesti balik ke kantor lagi cuman buat ngunci pintu belakang.
Gara-gara si Mehmet marah-marah itu, ternyata membuat aku menyadari salah satu sifatku.
Gak tau juga apa namanya, tapi semacam sifat penakut, gampang ciut mungkin lebih tepatnya.
Kalo aku emang salah sih yah gak bakalan aku nantang balik.
Tapi kalo aku gak salah pun sepertinya jarang banget aku bisa berani omong dengan sama kerasnya untuk mempertahankan diri.. :(
Iya, skrg baru sadar, salah satu situasi yg gampang bikin aku ciut itu adalah pada saat aku dimarahin orang lain, dimana orang lain itu marah-marah dengan nada tinggi agak teriak atau bentak2, trus ngomongnya gak bisa disela.
Langsung down. - MENYEBALKAN. -
Tapi untungnya skrg udah berangsur2 membaik responku. Dulu, bisa dimasukin ke hati, sampai nangis-nangis. Sekarang sih paling tinggal gugupnya, tapi dalam itungan menit udah bisa gak dipikirin lagi.. (asal orangnya gak marah2 berkepanjangan tak henti2 ya.)
Jadi inget, pernah sekali-sekalinya nangis di kantor gara-gara dimarahin bos kantor sebelah.. bayangin, bukan bosku yg marahin, tp bos orang! Dan itu pun lewat telpon.. Nangisnya itu reaksi dari rasa sebal yg sesebal-sebalnya, sebal sama si bos itu dan sebal karena aku gak bisa mempertahankan diri sendiri :(
Sampai skrg masih mikir, apa ya kira2 penyebabnya..
Apa karena selama ini aku tumbuh dan dididik di dalam keluarga dengan hampir tanpa kekerasan dan tanpa bentakan?
Kalau aku bandel, si bonyok paling cuman nampol, jewer, atau nutuk/jitak dikit.
Dan hampir gak pernah sampai dibentak-bentak.
Di satu sisi sih baik. Jadi aku gak jd orang yg suka bentak2 orang.
Tapi di sisi lain jgn2 malah bikin aku lembek ya?
Kadang jadi suka iri sama orang yg bisa berantem mulut sama orang. At least dia gak kalah bersilat lidah..
Tapi jgn dikira aku gak bisa marah ya. Sekali bisa marah, biasanya terlihat mengerikan. Ngagetin orang-orang. Tapi itu jarang banget terjadi..
gimana ya caranya belajar spy bisa bicara dgn keras pada saat kita harus bisa bicara dgn keras terhadap orang yg keras? *nah, bingung deh*
Atau yg kyk gini ini emang gak bs diubah ya? apa ini sudah menjadi bagian dari sifat individu yg unik?
~~~
"do you have problem to work on tough environment, which requires you to always stand up for yourself, and not to let yourself being intimidated by other people?", ask the interviewer
"No, not at all.", I said.
*glek. I think I should start to learn martial arts.*
~~~
Contohnya hari ini.
Dalam perjalanan pulang ke rumah (dari kantor), masih di dalam bis, tiba-tiba handphoneku bunyi. Si Mehmet telpon aku, ada apa ya? (dalam hati).
Begitu kuangkat, langsung deh terdengarlah kata-kata Mehmet di telingaku, kata-kata dengan nada marah!
Kaget. Itu reaksi pertamaku.
Ternyata aku sudah melakukan kesalahan: tidak mendengarkan kata-katanya untuk mengunci pintu belakang kantor.
Sebenarnya bukan karena lupa. Aku ingat kok, tapi begitu mau pulang, aku tanya ke teman kantor yg lain, Alex, dia bilang gak perlu dikunci karena si bos masih di situ (dia pikir si bos punya kunci pintu belakang juga).
Sialnya, ternyata si bos gak punya kunci pintu belakang.
Yah, aku salah deh. Salah karena mendengarkan orang yang salah.
Ini jadi pelajaran juga buat aku, spy hati-hati mendengarkan orang.. jgn main ikut aja, yakin dia benar. Akhirnya aku mesti balik ke kantor lagi cuman buat ngunci pintu belakang.
Gara-gara si Mehmet marah-marah itu, ternyata membuat aku menyadari salah satu sifatku.
Gak tau juga apa namanya, tapi semacam sifat penakut, gampang ciut mungkin lebih tepatnya.
Kalo aku emang salah sih yah gak bakalan aku nantang balik.
Tapi kalo aku gak salah pun sepertinya jarang banget aku bisa berani omong dengan sama kerasnya untuk mempertahankan diri.. :(
Iya, skrg baru sadar, salah satu situasi yg gampang bikin aku ciut itu adalah pada saat aku dimarahin orang lain, dimana orang lain itu marah-marah dengan nada tinggi agak teriak atau bentak2, trus ngomongnya gak bisa disela.
Langsung down. - MENYEBALKAN. -
Tapi untungnya skrg udah berangsur2 membaik responku. Dulu, bisa dimasukin ke hati, sampai nangis-nangis. Sekarang sih paling tinggal gugupnya, tapi dalam itungan menit udah bisa gak dipikirin lagi.. (asal orangnya gak marah2 berkepanjangan tak henti2 ya.)
Jadi inget, pernah sekali-sekalinya nangis di kantor gara-gara dimarahin bos kantor sebelah.. bayangin, bukan bosku yg marahin, tp bos orang! Dan itu pun lewat telpon.. Nangisnya itu reaksi dari rasa sebal yg sesebal-sebalnya, sebal sama si bos itu dan sebal karena aku gak bisa mempertahankan diri sendiri :(
Sampai skrg masih mikir, apa ya kira2 penyebabnya..
Apa karena selama ini aku tumbuh dan dididik di dalam keluarga dengan hampir tanpa kekerasan dan tanpa bentakan?
Kalau aku bandel, si bonyok paling cuman nampol, jewer, atau nutuk/jitak dikit.
Dan hampir gak pernah sampai dibentak-bentak.
Di satu sisi sih baik. Jadi aku gak jd orang yg suka bentak2 orang.
Tapi di sisi lain jgn2 malah bikin aku lembek ya?
Kadang jadi suka iri sama orang yg bisa berantem mulut sama orang. At least dia gak kalah bersilat lidah..
Tapi jgn dikira aku gak bisa marah ya. Sekali bisa marah, biasanya terlihat mengerikan. Ngagetin orang-orang. Tapi itu jarang banget terjadi..
gimana ya caranya belajar spy bisa bicara dgn keras pada saat kita harus bisa bicara dgn keras terhadap orang yg keras? *nah, bingung deh*
Atau yg kyk gini ini emang gak bs diubah ya? apa ini sudah menjadi bagian dari sifat individu yg unik?
~~~
"do you have problem to work on tough environment, which requires you to always stand up for yourself, and not to let yourself being intimidated by other people?", ask the interviewer
"No, not at all.", I said.
*glek. I think I should start to learn martial arts.*
~~~
Saturday, May 17, 2008
Diare & Perpustakaan
Sekali-sekali nulis tentang penyakit ah..
Hari ini baru dapat tambahan pengetahuan dari seorang teman. Kebetulan dia seorang dokter.
Soal diare.
Gara-gara gampang sekali diare, akhirnya aku pingin tau asal muasal kenapa bisa sering diare.
Ternyata jawabnya simple.
Kata ibu dokter, diare itu reaksi dari sesuatu yg asing yg masuk ke perut kita. Dan itu bisa apa saja.
Bisa karena makanan, minuman, stress, dll.
Sesuatu yg asing itu bisa hal2 yg kita tidak biasa alami/makan/minum.
Selama diarenya masih normal, gak sampai diikuti demam atau berdarah-darah, dan tidak berhari-hari, gak perlu panik ternyata.
Bener jg sih. Kalau diingat2, diareku muncul setelah berbagai kondisi.
Nervous gara2 mau wawancara, diare.
Abis makan kwetiau enak banget (kwetiau pertamaku di Jerman!), diare.
Abis minum alkohol campur susu kebanyakan, diare.
Telat makan, diare.
Awalnya aku kira gara-gara masuk angin makanya trus muncul diare.
Tapi ternyata pemicunya bisa macem2.
Kebalikannya diare adalah sembelit, alias susah bab.
Ada orang yg butuh makanan berserat yg cukup banyak utk bisa bab, ada yg (ternyata) gak perlu banyak2 tetap aja bisa bab tiap hari.
Kalau mikirnya begitu, orang yg sembelit harus makan serat banyak, tapi orang yg gampang diare disuruh makan apa ya supaya ga diare mulu?
(Lawannya makanan berserat apa ya?)
Setelah itu mulai berpikir, sepertinya ada faktor genetik yg juga bermain di sini.
Jadi terpikir itu karena ingat bokap.
Bokap itu mirip2 aku ternyata. Eh, terbalik. Aku yg mirip bokap hehe..
Kelemahan kita sama, di perut. Bermasalah dikit, langsung bentuknya diare. Dan kita berdua hampir gak punya masalah dengan bab.
Kalau misalnya bokapmu gampang diare, tapi nyokap gampang sembelit, kemungkinan bisa aja kamu dapet dua2nya. Gampang diare sekaligus gampang sembelit.. Ada lho temen yg begitu.
Tapi ini asli hipotesis ngasal lho ya, jgn dianggap serius hehehe.. :p
Sekarang agak ngelantur dikit ya dari diare..
Setelah meniatkan diri, akhirnya jadi juga aku pergi ke perpustakaan kota di Düsseldorf.
Ternyata gak susah untuk jadi anggota. Tinggal datang ke bagian pendaftaran, tunjukin paspor + bukti lapor diri di kota tempat kita tinggal, trus bayar 13 euro utk iuran tahunan, dan jadilah kartu perpus kita :)
Setelah itu bisa langsung lihat-lihat dan pinjam. Ada buku, kaset, CD, DVD, macem2. Tapi kebanyakan bhs Jerman.. :( Bahasa asingnya ada juga sih, tapi ternyata tidak banyak (tidak sebanyak yg aku lihat di perpus Antwerp..)
Perpustakaannya sendiri cukup luas, ada 2 lantai. Yang datang pun lumayan banyak.
Kalau hari Sabtu buka jam 11 siang. Beberapa saat sebelum dibuka, sudah banyak banget orang menunggu di depan pintu masuk. Gila juga ya, sebegitu antusiasnya. Ada yg balikin buku, ada yg pinjem.
Akhirnya setelah pusing gak nemu yg dicari, aku malah minjem 3 buku. Agak2 textbook, tapi gpp lah. Buat nambah pengetahuan aja.
Lamanya peminjaman, utk 1 buku = 4 minggu. Kalau DVD, 1 minggu.
Asik jg ternyata jadi anggota perpus.
Dipastikan bakal jadi tempat main baruku nih.. :)
Hari ini baru dapat tambahan pengetahuan dari seorang teman. Kebetulan dia seorang dokter.
Soal diare.
Gara-gara gampang sekali diare, akhirnya aku pingin tau asal muasal kenapa bisa sering diare.
Ternyata jawabnya simple.
Kata ibu dokter, diare itu reaksi dari sesuatu yg asing yg masuk ke perut kita. Dan itu bisa apa saja.
Bisa karena makanan, minuman, stress, dll.
Sesuatu yg asing itu bisa hal2 yg kita tidak biasa alami/makan/minum.
Selama diarenya masih normal, gak sampai diikuti demam atau berdarah-darah, dan tidak berhari-hari, gak perlu panik ternyata.
Bener jg sih. Kalau diingat2, diareku muncul setelah berbagai kondisi.
Nervous gara2 mau wawancara, diare.
Abis makan kwetiau enak banget (kwetiau pertamaku di Jerman!), diare.
Abis minum alkohol campur susu kebanyakan, diare.
Telat makan, diare.
Awalnya aku kira gara-gara masuk angin makanya trus muncul diare.
Tapi ternyata pemicunya bisa macem2.
Kebalikannya diare adalah sembelit, alias susah bab.
Ada orang yg butuh makanan berserat yg cukup banyak utk bisa bab, ada yg (ternyata) gak perlu banyak2 tetap aja bisa bab tiap hari.
Kalau mikirnya begitu, orang yg sembelit harus makan serat banyak, tapi orang yg gampang diare disuruh makan apa ya supaya ga diare mulu?
(Lawannya makanan berserat apa ya?)
Setelah itu mulai berpikir, sepertinya ada faktor genetik yg juga bermain di sini.
Jadi terpikir itu karena ingat bokap.
Bokap itu mirip2 aku ternyata. Eh, terbalik. Aku yg mirip bokap hehe..
Kelemahan kita sama, di perut. Bermasalah dikit, langsung bentuknya diare. Dan kita berdua hampir gak punya masalah dengan bab.
Kalau misalnya bokapmu gampang diare, tapi nyokap gampang sembelit, kemungkinan bisa aja kamu dapet dua2nya. Gampang diare sekaligus gampang sembelit.. Ada lho temen yg begitu.
Tapi ini asli hipotesis ngasal lho ya, jgn dianggap serius hehehe.. :p
Sekarang agak ngelantur dikit ya dari diare..
Setelah meniatkan diri, akhirnya jadi juga aku pergi ke perpustakaan kota di Düsseldorf.
Ternyata gak susah untuk jadi anggota. Tinggal datang ke bagian pendaftaran, tunjukin paspor + bukti lapor diri di kota tempat kita tinggal, trus bayar 13 euro utk iuran tahunan, dan jadilah kartu perpus kita :)
Setelah itu bisa langsung lihat-lihat dan pinjam. Ada buku, kaset, CD, DVD, macem2. Tapi kebanyakan bhs Jerman.. :( Bahasa asingnya ada juga sih, tapi ternyata tidak banyak (tidak sebanyak yg aku lihat di perpus Antwerp..)
Perpustakaannya sendiri cukup luas, ada 2 lantai. Yang datang pun lumayan banyak.
Kalau hari Sabtu buka jam 11 siang. Beberapa saat sebelum dibuka, sudah banyak banget orang menunggu di depan pintu masuk. Gila juga ya, sebegitu antusiasnya. Ada yg balikin buku, ada yg pinjem.
Akhirnya setelah pusing gak nemu yg dicari, aku malah minjem 3 buku. Agak2 textbook, tapi gpp lah. Buat nambah pengetahuan aja.
Lamanya peminjaman, utk 1 buku = 4 minggu. Kalau DVD, 1 minggu.
Asik jg ternyata jadi anggota perpus.
Dipastikan bakal jadi tempat main baruku nih.. :)
Thursday, May 15, 2008
Apakah saya menikah dengan orang yg tepat?
Tulisan ini ditemukan di salah satu email dari seorang teman.
Penulis sesungguhnya tidak diketahui, dan aku edit sedikit2 (biar lebih singkat).
Moga2 berguna buat yg sudah menikah dan yg mau menikah *ehm ehm* =)
Penulis sesungguhnya tidak diketahui, dan aku edit sedikit2 (biar lebih singkat).
Moga2 berguna buat yg sudah menikah dan yg mau menikah *ehm ehm* =)
------------------
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun, makanya dikatakan "jatuh" cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta". Bayangkan ekspresi tersebut!Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi? Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar.
Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.
Tapi jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus...Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan. Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi! Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan "diperbudak cinta" Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI. Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Gravitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH". Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN.
jika ia sebuah cinta, ia tidak mendengar namun senantiasa bergetar.
jika ia sebuah cinta, ia tidak buta namun senantiasa melihat dan merasa.
jika ia sebuah cinta, ia tidak menyiksa namun senantiasa menguji.
jika ia sebuah cinta, ia tidak memaksa namun senantiasa berusaha.
jika ia sebuah cinta, ia tidak cantik namun senantiasa menarik.
jika ia sebuah cinta, ia tidak datang dengan kata-kata namun senantiasa menghampiri dengan hati.
jika ia sebuah cinta, ia tidak terucap dengan kata namun senantiasa hadir dengan sinar mata.
jika ia sebuah cinta, ia tidak hanya berjanji namun senantiasa mencoba memenangi.
jika ia sebuah cinta, ia mungkin tidak suci namun senantiasa tulus.
jika ia sebuah cinta, ia tidak hadir karena permintaan namun hadir karena ketentuan.
jika ia sebuah cinta, ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan.
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya. Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya
------------
panjang jg ya..
Monday, May 05, 2008
Surat Cinta untuk Maria
Maria sayang,
gimana rasanya berumur 25? Terasa mulai tua atau malah terasa baru mulai hidup..?
Gak nyangka ya sudah 25 tahun sejak kamu lahir..
Aku sendiri gak inget waktu pertama kali liat kamu *maap ya :(*, tapi aku masih inget ketika bapak mengubur ari-ari kamu di samping rumah.
Aku masih inget betapa gemuk dan sehatnya kamu waktu bayi.. lahap makan bubur tim sama wortel+ati ampela.. (berbanding terbalik denganku yg kurus kerempeng deh..)
Aku juga masih inget betapa seringnya aku ngisengin kamu.. sampai (akhirnya) kamu bisa balik ngejar-ngejar mo nabok aku karena kesal diisengin terus.. :p dan kita kejar-kejaran keliling rumah..haha..
(tapi lebih sering sepertinya kamu pasrah aja ya diisengin aku :p)
Masih inget juga suatu saat kamu mulai makan dikit, mulai gaya, mulai pingin punya rambut panjang.. (kayaknya masih SD deh waktu itu..)
Terus aku juga ingat betapa kamu pingin sekali bisa mengalahkan aku.. dan akhirnya tercapai ya? Juara 1 NEM SD lho.. tentu saja dengan NEM yg lebih bagus dari aku.. :) *bangga deh*
Masih inget banget kamu masih SMP udah bisa maen gitar.. *ngiri lho aku* dan selera musiknya udah mulai gak biasa.. mulai dari kasetnya NIRVANA, LIVE, sampai SILVER CHAIR kamu beli.. Bahkan posternya KURT COBAIN yang gede banget pun kamu pajang di kamar..
Oiya, jadi inget juga.. jaman-jaman ini kamu minta kamar sendiri.. gak mau tidur bareng aku..huhuhu..
Tapi gara-gara kamu juga aku jadi tahu musik-musik kayak gitu.. jadi gak ogeb2 banget deh aku.. *thanks ya*
Aku juga masih inget dompet quick silver butut mu itu.. (pa kabar tuh dompet sekarang?) Saking cintanya sama dompet quick silver model begituan, sampe dibela-belain beli dan gak ganti-ganti..
Bahkan dulu sempet mo dipasang rantai segala ya? (jadi gak sih dulu itu.. :P)
Gaya bener deh..
Begitu kamu masuk SMA, kita sepertinya agak jalan masing-masing ya? huhh..nyesel jg.. harusnya waktu itu kita lebih sering jalan bareng..
Aku masih inget banget kita bertiga nonton Anastasia di PIM waktu ulang taunku.. inget ga kamu?
Juga inget banget tengah malam pas pengumuman UMPTN, kamu terima telpon yg ngabarin kamu diterima di UGM.. antara senang dan kecewa ya?
Gak jadi ke FKG.. (kayak apa ya jalan hidupmu kalo kamu jadi dokter gigi? - yang pasti tar aku suruh ambil Ortho, biar kalo aku mo pasang kawat lagi, tinggal ke kamu aja..hihi.. :p)
Mesti pindah ke Jogja.. (padahal seumur2 belum pernah tinggal jauhan dari bonyok..)
Aku masih inget banget pas nganter kamu ke Jogja.. kamu pergi bareng bapak.. agak-agak sedih juga.
Inget banget juga cerita-cerita kamu bbrp waktu kemudian, betapa stress-nya kamu awal-awal kuliah di Jogja.. but you made it.
Tau gak, kalau bapak waktu itu juga ngerasa sedih pisah sama kamu.. (beneran lho.. makanya dulu itu bapak sering telpon ke jogja kan.. :p) Tapi di sisi lain si bapak lega juga.. karena bapak takut kalau kamu kuliah di Jakarta bareng teman2 kamu itu, kamu bisa terbawa mereka.. tidak membumi lagi.. (ngerti kan kira2.. =) ) Makanya bapak seneng banget kalau denger kamu cerita tentang teman2 kuliah kamu yg beraneka ragam.. tentang betapa kamu bisa berempati dengan keadaan sekeliling kamu yang sederhana.. tentang betapa kamu bisa merasakan nikmatnya makan nasi angkringan.. :)
Kamu memang anak bapak, Mar.. :)
Tapi memang setiap cerita hidup itu pasti naik turun ya..
Aku masih inget, betapa dulu bapak mendukung kamu untuk belajar naik motor dan punya motor.. dengan alasan kemudahan transportasi.. Dan betapa ibu berkali-kali khawatir tiap kali kamu naik motor.
Dan akhirnya kejadian itu ya.
Nyesel banget aku gak denger waktu hp-ku ditelpon bapak. Nyesel banget waktu itu baterenya tau-tau habis dan aku gak nelpon ke rumah.. Nyesel banget mar.
Begitu sampai di rumah, bapak sudah pergi ke stasiun, langsung naik kereta malam itu juga ke Jogja.
Kalau aku bisa cepat sampai rumah, aku pasti akan pergi juga bareng bapak malam itu.
Masih inget bener, waktu aku coba terus telpon kamu.. dan akhirnya bisa denger suara kamu yang terdengar lemahh sekali.. :( Langsung gemetar mo nangis mar rasanya..
Masih inget banget aku berkali-kali langsung berusaha telpon hp ibu dan gak diangkat-angkat..
Sampe akhirnya malam sekali ibu telpon balik, dan langsung aku suruh pulang.
Besoknya ibu pulang dan langsung aku anterin ke stasiun..
Mar, aku malam itu benar-benar nangis.. dan gak berhenti berdoa buat kamu.. bahkan, tau gak, aku sampe bisa-bisanya tawar menawar sama Tuhan.. :p Pokoknya Tuhan boleh ambil apa aja dari aku, asal jangan ambil kamu..
Akhirnya aku bisa ada di sana pas kamu keluar ruang ICU.. seneng banget bisa liat kamu.. biarpun rambut panjangmu udah hilang sama sekali, biarpun tangan dan kepalamu dibalut perban..
Aku masih inget hari-hari itu.. nemenin kamu di rumah sakit.. inget kamu tanya aku, kenapa kepalanya kok terasa ada yang ganjal.. dan aku kasih tau kamu kalo masih ada alat yang masuk di sana.. *pelan2 banget kasih taunya, biar kamu gak sedih..*
Tapi kamu memang benar-benar kuat dan tabah Mar.. kami semua yang nemenin kamu di sana juga dikuatkan sama kamu..
Akhirnya lama-lama semua berangsur membaik.. senangnya bisa liat kamu tertawa lagi.. dan bisa minjemin topi kupluk kotak-kotakku buat kamu.. (eh, apa kabarnya topi itu ya skrg?)
Sebuah pengalaman hidup yang makin mendekatkan keluarga kita..
Hidup kamu lalu berlanjut lagi.. sayang ya aku gak ada di samping kamu.. jadi gak bisa dengar kisah kasih dan berantem2 mu.. :) Sampai akhirnya beneran kita jadi pisah jauh sekali..
Nyesel banget gak bisa hadir di wisuda kamu.. (padahal kamu datang pas aku wisuda ya..)
Betapa takjubnya aku ngeliat fotomu bertoga bareng bonyok.. (pangling lho!)
huhuhu.. sedih aku gak bisa ada di situ.. :(
Dan.. betapa bangganya ketika kamu lolos terus sampai akhirnya bisa kerja di tempat sekarang..
Betapa seringnya aku dulu dengar bapak yang menguatirkan kamu di awal-awal bekerja.. sampai bapak ikut-ikutan stress ngeliat jam kerja kamu yang gak karu-karuan..(hahaha.. ya Mar.. kamu memang masih anak kesayangan bapak.. :))
Tapi begitu lama-lama ngeliat kamu enjoy, bapak pun akhirnya jadi lega.. (atau pasrah ya tepatnya.. asal anaknya bahagia =) )
Senangnya aku bisa pergi jalan berdua ke Jogja sama kamu... terus bisa (akhirnya) ketemu pacarmu... :P *yg mengingatkanku pada seseorang di jaman dulu itu.. :p*
Seneng liat kamu makin bijak (bahkan seringan melebihi aku).. dan makin pinter dandan.. hahaha.. (yang ini sudah pasti melebihi aku.. :P)
At last, life still goes on.. and we don't know what will happen next..
pokoknya yang terbaik buat hiduplu.. jangan sia-siakan waktu berhargamu Mar.. nikmati setiap saat.. lakukan semua yang kamu inginkan.. kejar cita-citamu.. gak ada yang mustahil deh.. selama masih bisa.. nikmati waktu-waktu bareng bonyok.. selagi aku di sini gak bisa..
Sekali lagi, selamat ulang taun ya sayang.. semoga panjang umur dan bahagia.. :)
Janjiku dulu sama Tuhan masih akan terus berlaku.. dan apa pun yang terjadi, biarpun entah aku ada dimana, kamu masih selalu punya aku.. yang tetep amat sangat sayang sama kamu.. hehehe.. muah2 :x
I love u, Sis.. !
gimana rasanya berumur 25? Terasa mulai tua atau malah terasa baru mulai hidup..?
Gak nyangka ya sudah 25 tahun sejak kamu lahir..
Aku sendiri gak inget waktu pertama kali liat kamu *maap ya :(*, tapi aku masih inget ketika bapak mengubur ari-ari kamu di samping rumah.
Aku masih inget betapa gemuk dan sehatnya kamu waktu bayi.. lahap makan bubur tim sama wortel+ati ampela.. (berbanding terbalik denganku yg kurus kerempeng deh..)
Aku juga masih inget betapa seringnya aku ngisengin kamu.. sampai (akhirnya) kamu bisa balik ngejar-ngejar mo nabok aku karena kesal diisengin terus.. :p dan kita kejar-kejaran keliling rumah..haha..
(tapi lebih sering sepertinya kamu pasrah aja ya diisengin aku :p)
Masih inget juga suatu saat kamu mulai makan dikit, mulai gaya, mulai pingin punya rambut panjang.. (kayaknya masih SD deh waktu itu..)
Terus aku juga ingat betapa kamu pingin sekali bisa mengalahkan aku.. dan akhirnya tercapai ya? Juara 1 NEM SD lho.. tentu saja dengan NEM yg lebih bagus dari aku.. :) *bangga deh*
Masih inget banget kamu masih SMP udah bisa maen gitar.. *ngiri lho aku* dan selera musiknya udah mulai gak biasa.. mulai dari kasetnya NIRVANA, LIVE, sampai SILVER CHAIR kamu beli.. Bahkan posternya KURT COBAIN yang gede banget pun kamu pajang di kamar..
Oiya, jadi inget juga.. jaman-jaman ini kamu minta kamar sendiri.. gak mau tidur bareng aku..huhuhu..
Tapi gara-gara kamu juga aku jadi tahu musik-musik kayak gitu.. jadi gak ogeb2 banget deh aku.. *thanks ya*
Aku juga masih inget dompet quick silver butut mu itu.. (pa kabar tuh dompet sekarang?) Saking cintanya sama dompet quick silver model begituan, sampe dibela-belain beli dan gak ganti-ganti..
Bahkan dulu sempet mo dipasang rantai segala ya? (jadi gak sih dulu itu.. :P)
Gaya bener deh..
Begitu kamu masuk SMA, kita sepertinya agak jalan masing-masing ya? huhh..nyesel jg.. harusnya waktu itu kita lebih sering jalan bareng..
Aku masih inget banget kita bertiga nonton Anastasia di PIM waktu ulang taunku.. inget ga kamu?
Juga inget banget tengah malam pas pengumuman UMPTN, kamu terima telpon yg ngabarin kamu diterima di UGM.. antara senang dan kecewa ya?
Gak jadi ke FKG.. (kayak apa ya jalan hidupmu kalo kamu jadi dokter gigi? - yang pasti tar aku suruh ambil Ortho, biar kalo aku mo pasang kawat lagi, tinggal ke kamu aja..hihi.. :p)
Mesti pindah ke Jogja.. (padahal seumur2 belum pernah tinggal jauhan dari bonyok..)
Aku masih inget banget pas nganter kamu ke Jogja.. kamu pergi bareng bapak.. agak-agak sedih juga.
Inget banget juga cerita-cerita kamu bbrp waktu kemudian, betapa stress-nya kamu awal-awal kuliah di Jogja.. but you made it.
Tau gak, kalau bapak waktu itu juga ngerasa sedih pisah sama kamu.. (beneran lho.. makanya dulu itu bapak sering telpon ke jogja kan.. :p) Tapi di sisi lain si bapak lega juga.. karena bapak takut kalau kamu kuliah di Jakarta bareng teman2 kamu itu, kamu bisa terbawa mereka.. tidak membumi lagi.. (ngerti kan kira2.. =) ) Makanya bapak seneng banget kalau denger kamu cerita tentang teman2 kuliah kamu yg beraneka ragam.. tentang betapa kamu bisa berempati dengan keadaan sekeliling kamu yang sederhana.. tentang betapa kamu bisa merasakan nikmatnya makan nasi angkringan.. :)
Kamu memang anak bapak, Mar.. :)
Tapi memang setiap cerita hidup itu pasti naik turun ya..
Aku masih inget, betapa dulu bapak mendukung kamu untuk belajar naik motor dan punya motor.. dengan alasan kemudahan transportasi.. Dan betapa ibu berkali-kali khawatir tiap kali kamu naik motor.
Dan akhirnya kejadian itu ya.
Nyesel banget aku gak denger waktu hp-ku ditelpon bapak. Nyesel banget waktu itu baterenya tau-tau habis dan aku gak nelpon ke rumah.. Nyesel banget mar.
Begitu sampai di rumah, bapak sudah pergi ke stasiun, langsung naik kereta malam itu juga ke Jogja.
Kalau aku bisa cepat sampai rumah, aku pasti akan pergi juga bareng bapak malam itu.
Masih inget bener, waktu aku coba terus telpon kamu.. dan akhirnya bisa denger suara kamu yang terdengar lemahh sekali.. :( Langsung gemetar mo nangis mar rasanya..
Masih inget banget aku berkali-kali langsung berusaha telpon hp ibu dan gak diangkat-angkat..
Sampe akhirnya malam sekali ibu telpon balik, dan langsung aku suruh pulang.
Besoknya ibu pulang dan langsung aku anterin ke stasiun..
Mar, aku malam itu benar-benar nangis.. dan gak berhenti berdoa buat kamu.. bahkan, tau gak, aku sampe bisa-bisanya tawar menawar sama Tuhan.. :p Pokoknya Tuhan boleh ambil apa aja dari aku, asal jangan ambil kamu..
Akhirnya aku bisa ada di sana pas kamu keluar ruang ICU.. seneng banget bisa liat kamu.. biarpun rambut panjangmu udah hilang sama sekali, biarpun tangan dan kepalamu dibalut perban..
Aku masih inget hari-hari itu.. nemenin kamu di rumah sakit.. inget kamu tanya aku, kenapa kepalanya kok terasa ada yang ganjal.. dan aku kasih tau kamu kalo masih ada alat yang masuk di sana.. *pelan2 banget kasih taunya, biar kamu gak sedih..*
Tapi kamu memang benar-benar kuat dan tabah Mar.. kami semua yang nemenin kamu di sana juga dikuatkan sama kamu..
Akhirnya lama-lama semua berangsur membaik.. senangnya bisa liat kamu tertawa lagi.. dan bisa minjemin topi kupluk kotak-kotakku buat kamu.. (eh, apa kabarnya topi itu ya skrg?)
Sebuah pengalaman hidup yang makin mendekatkan keluarga kita..
Hidup kamu lalu berlanjut lagi.. sayang ya aku gak ada di samping kamu.. jadi gak bisa dengar kisah kasih dan berantem2 mu.. :) Sampai akhirnya beneran kita jadi pisah jauh sekali..
Nyesel banget gak bisa hadir di wisuda kamu.. (padahal kamu datang pas aku wisuda ya..)
Betapa takjubnya aku ngeliat fotomu bertoga bareng bonyok.. (pangling lho!)
huhuhu.. sedih aku gak bisa ada di situ.. :(
Dan.. betapa bangganya ketika kamu lolos terus sampai akhirnya bisa kerja di tempat sekarang..
Betapa seringnya aku dulu dengar bapak yang menguatirkan kamu di awal-awal bekerja.. sampai bapak ikut-ikutan stress ngeliat jam kerja kamu yang gak karu-karuan..(hahaha.. ya Mar.. kamu memang masih anak kesayangan bapak.. :))
Tapi begitu lama-lama ngeliat kamu enjoy, bapak pun akhirnya jadi lega.. (atau pasrah ya tepatnya.. asal anaknya bahagia =) )
Senangnya aku bisa pergi jalan berdua ke Jogja sama kamu... terus bisa (akhirnya) ketemu pacarmu... :P *yg mengingatkanku pada seseorang di jaman dulu itu.. :p*
Seneng liat kamu makin bijak (bahkan seringan melebihi aku).. dan makin pinter dandan.. hahaha.. (yang ini sudah pasti melebihi aku.. :P)
At last, life still goes on.. and we don't know what will happen next..
pokoknya yang terbaik buat hiduplu.. jangan sia-siakan waktu berhargamu Mar.. nikmati setiap saat.. lakukan semua yang kamu inginkan.. kejar cita-citamu.. gak ada yang mustahil deh.. selama masih bisa.. nikmati waktu-waktu bareng bonyok.. selagi aku di sini gak bisa..
Sekali lagi, selamat ulang taun ya sayang.. semoga panjang umur dan bahagia.. :)
Janjiku dulu sama Tuhan masih akan terus berlaku.. dan apa pun yang terjadi, biarpun entah aku ada dimana, kamu masih selalu punya aku.. yang tetep amat sangat sayang sama kamu.. hehehe.. muah2 :x
I love u, Sis.. !
Subscribe to:
Posts (Atom)
