A long time ago, when people asked me why I wanted to work abroad, I would say it's because I wanted to gain experience working in international environment. To work together with people from other countries, and also to prove that I'm as good as them. I thought it would be very interesting experience in my life. Well, it is indeed.
Nevertheless, I forgot one thing. Working with those people means working with people who are coming from different cultures. They have different way of thinking, acting, working, and how to communicate.
And often they use their own way toward the others (I often do that too).
What could happen then?
You could feel being pushed to the limit :(
Lesson learned:
1. be careful to what you wish
2. be strong (it doesn't mean that you should stick to your way, but be strong if the others treat you like you're one of them)
3. never take everything into your heart (maksudnya, jgn dibawa ke perasaan..)
4. kalo bos ngomel2 gak jelas: tampak mendengarkan tapi masuk telinga kiri keluar telinga kanan (biar ga stres sendiri)
Terakhir,
SEBELLLL bgt sama bos kalo dia ngomong sambil ngedumel ngomel2 ngalor ngidul gak jelas! Bilang aja kek baik2 maunya apa.. gak perlu pake nada ngomel2 gak jelas gitu.
Kalo gak inget gue lagi dimana, dah gue tinggalin langsung tuh ruangan miting tanpa ngomong apa2. Serius, gue dah sampe kepikir buat mo lgs keluar ruangan gitu.. :p *lgs membayangkan, bos sama supervisor gue pasti lgs bengong*
Hmm.. tapi mungkin itu ide bagus juga sih. Cuma caranya hrs dilakukan dgn lebih sopan.
Di tengah dia ngedumel ga karuan dan gue dah ga tahan, gue akan berdiri dan bilang: "sorry, I've to take a break, I need fresh air before we can continue again." Then just walk away before he can even say something :D
(tipikal high context bgt ya gue? hehehe)
Friday, March 26, 2010
Tuesday, March 16, 2010
Bekerja di lingkungan multikultur
Barusan balik dari HR training, bagaimana bekerja di lingkungan internasional yg multikultur.
Hasilnya? menarik.
Indonesia ternyata berada di urutan pertama untuk urusan high context communication, bareng2 sama Jepang. Sedangkan Belanda berada di urutan pertama untuk urusan low context communication.
Maksudnya, orang Belanda itu orang yg paling direct dan orang Indonesia itu orang yg paling indirect kalo ngomong sesuatu.. hehehe.
Tapi gue curiga, orang Indonesia yg paling indirect itu particularly kayaknya orang Jawa.. gue gak yakin apa orang Batak termasuk yg indirect juga, misalnya.
Jerman gimana?
Sama aja kayak Belanda, tapi lebih mendingan direct-nya daripada Belanda.
Lesson learned nya apa?
Gue mesti bisa lebih direct ke teman2 kantor yg orang Jerman kalo ngomong. Juga ke si bos.
Bos gue jg mesti ngerti kalo gue (dan Lou - temen dari China) suka pake high context dalam berkomunikasi.
Trus mesti lebih ati2 kalo berkomunikasi, verbal atau lewat email, dalam meeting atau lewat telephone. Mesti tau dulu siapa orang yg dihadapi.
Gitu deh pelajaran hari ini..
Abis ini kita (gue dan temen2 satu tim yg ikutan training ini) sepakat buat meminta si bos gue ikutan training ini. Biar bisa lebih baik me-manage anak buahnya :P
Hasilnya? menarik.
Indonesia ternyata berada di urutan pertama untuk urusan high context communication, bareng2 sama Jepang. Sedangkan Belanda berada di urutan pertama untuk urusan low context communication.
Maksudnya, orang Belanda itu orang yg paling direct dan orang Indonesia itu orang yg paling indirect kalo ngomong sesuatu.. hehehe.
Tapi gue curiga, orang Indonesia yg paling indirect itu particularly kayaknya orang Jawa.. gue gak yakin apa orang Batak termasuk yg indirect juga, misalnya.
Jerman gimana?
Sama aja kayak Belanda, tapi lebih mendingan direct-nya daripada Belanda.
Lesson learned nya apa?
Gue mesti bisa lebih direct ke teman2 kantor yg orang Jerman kalo ngomong. Juga ke si bos.
Bos gue jg mesti ngerti kalo gue (dan Lou - temen dari China) suka pake high context dalam berkomunikasi.
Trus mesti lebih ati2 kalo berkomunikasi, verbal atau lewat email, dalam meeting atau lewat telephone. Mesti tau dulu siapa orang yg dihadapi.
Gitu deh pelajaran hari ini..
Abis ini kita (gue dan temen2 satu tim yg ikutan training ini) sepakat buat meminta si bos gue ikutan training ini. Biar bisa lebih baik me-manage anak buahnya :P
Thursday, March 11, 2010
Week 10
Just came back from three-days-in-a-row training.
Exhausting, but I got something this time.
First, use it first by yourself before trying to sell it.
Second, something gives value when it could heal the pain.
Third, find where's the pain.
Fourth, improve your process first before trying to improve your customer's process (--> this is my own conclusion)
Last,
tough week as usual, but it had allowed me to have one surprising moment where I really enjoyed every minutes of it, and in the end it gave me a real big smile.. =)
I think that God really listens to us; even to our little silly unimportant wish.. :) *geleng2*
Anyway, makasih Tuhan! =)
Exhausting, but I got something this time.
First, use it first by yourself before trying to sell it.
Second, something gives value when it could heal the pain.
Third, find where's the pain.
Fourth, improve your process first before trying to improve your customer's process (--> this is my own conclusion)
Last,
tough week as usual, but it had allowed me to have one surprising moment where I really enjoyed every minutes of it, and in the end it gave me a real big smile.. =)
I think that God really listens to us; even to our little silly unimportant wish.. :) *geleng2*
Anyway, makasih Tuhan! =)
Friday, March 05, 2010
Kok ya.. pas.
Kemarin gue pikir bakal jadi hari yg berat, tapi ternyata enggak (kecuali bagian bangun jam 5 pagi nya).
Seharian ikutan workshop sama customer. Bener2 menarik karena tidak seorang pun dari kami yg menawarkan atau mempromosikan sesuatu (emang gak boleh), dan yg bener2 kami lakukan adalah mendengarkan apa kata customer, apa yg mereka inginkan.
Biarpun agak2 blank soal measuring instrument, tapi ternyata mendengarkan itu menyenangkan.
Sorenya sehabis workshop, mampir ke satu kolega di kantor Swiss, buat (lagi2) dengerin tentang aplikasi yg dia develop untuk customernya. Yg tadinya gue pikir paling ngabisin waktu sejam, akhirnya jadi 1.5 jam lebih.. Keliatan bgt dia seneng gue nanya2, jadi dia dgn senang hati (tanpa peduli udah hampir jam setengah 7 malam) buat jelasin semuanya..
Malamnya makan malem bareng Kathrin, dengerin dia cerita tentang bos dan kantornya,
gimana dia merasa kalo bos nya pingin dia mengambil tanggung jawab lebih - yg si Kathrin pikir lebih karena Kathrin punya phD di belakang namanya - tapi Kathrin sendiri gak mau.
Menarik juga dengerinnya. Temen gue yg satu ini Dr di bidang kimia, dulu lama kerja di pharma atau chemi industri (yg denger2 selalu hectic dan bikin stress itu), trus akhirnya memutuskan utk keluar dan cari kerja di tempat yg lebih gak terlalu besar tekanannya dan cuma kerja 80% (gak full time) biar bisa lebih menikmati hidup.
Kok ya apa yg dia ceritain itu persis kyk yg gue pikir kemaren, pas gue bertanya2 knp sih kok gue dikasih kerjaan yg nuntut tanggung jawab gede..
Bedanya, dia tau knp, sedangkan gue ga tau knp.. (kecuali alasan gak ada orang lagi hehe.. kacau kacau..)
Trus jadi inget, selasa malam sehabis ngebir bareng temen2 kantor, ngobrol sama Drew tentang kerjaan, tentang gimana dia skrg gak ngoyo kerja (krn dah lewat usianya dan sudah menyadari ga ada gunanya kerja mati2an dari pagi sampe malam krn ga ada yg hargain jg hehehe), tentang belajar buat berkata tidak (several times you say yes and you do the works well, the next time they will come again to you instead of going to the other).
Bener jg sih kata2 dia.. terutama belajar buat berkata tidak.
Sekarang gue lagi mikir, bisa ga ya gue bilang ngga mau dateng ke training hari Selasa hehe..
(tapi abis itu bingung mikir apa alasannya :p - selain alasan jujur: wasting time dan ga dapet apa2, mendingan ngerjain yg lain)
Anyway...
Kok ya pas lagi,
pas lagi berkeluh kesah, eh dapet email yg isinya ada ini:
1. Free your heart from hatred - Forgive.
2. Free your mind from worries - Most never happen.
3. Live simply and appreciate what you have.
4. Give more.
5. Expect less
Katanya sih itu resep utk bahagia.. :)
Utk gue saat ini, gue lg butuh no 2 no 2 no 2 no 2..
apalagi buat minggu depan...arrggghh.. bakal lebih parah dr minggu ini sptnya :(
*kebayang berdiri di depan, dihujani pertanyaan2, serasa lg koloquium*
Seharian ikutan workshop sama customer. Bener2 menarik karena tidak seorang pun dari kami yg menawarkan atau mempromosikan sesuatu (emang gak boleh), dan yg bener2 kami lakukan adalah mendengarkan apa kata customer, apa yg mereka inginkan.
Biarpun agak2 blank soal measuring instrument, tapi ternyata mendengarkan itu menyenangkan.
Sorenya sehabis workshop, mampir ke satu kolega di kantor Swiss, buat (lagi2) dengerin tentang aplikasi yg dia develop untuk customernya. Yg tadinya gue pikir paling ngabisin waktu sejam, akhirnya jadi 1.5 jam lebih.. Keliatan bgt dia seneng gue nanya2, jadi dia dgn senang hati (tanpa peduli udah hampir jam setengah 7 malam) buat jelasin semuanya..
Malamnya makan malem bareng Kathrin, dengerin dia cerita tentang bos dan kantornya,
gimana dia merasa kalo bos nya pingin dia mengambil tanggung jawab lebih - yg si Kathrin pikir lebih karena Kathrin punya phD di belakang namanya - tapi Kathrin sendiri gak mau.
Menarik juga dengerinnya. Temen gue yg satu ini Dr di bidang kimia, dulu lama kerja di pharma atau chemi industri (yg denger2 selalu hectic dan bikin stress itu), trus akhirnya memutuskan utk keluar dan cari kerja di tempat yg lebih gak terlalu besar tekanannya dan cuma kerja 80% (gak full time) biar bisa lebih menikmati hidup.
Kok ya apa yg dia ceritain itu persis kyk yg gue pikir kemaren, pas gue bertanya2 knp sih kok gue dikasih kerjaan yg nuntut tanggung jawab gede..
Bedanya, dia tau knp, sedangkan gue ga tau knp.. (kecuali alasan gak ada orang lagi hehe.. kacau kacau..)
Trus jadi inget, selasa malam sehabis ngebir bareng temen2 kantor, ngobrol sama Drew tentang kerjaan, tentang gimana dia skrg gak ngoyo kerja (krn dah lewat usianya dan sudah menyadari ga ada gunanya kerja mati2an dari pagi sampe malam krn ga ada yg hargain jg hehehe), tentang belajar buat berkata tidak (several times you say yes and you do the works well, the next time they will come again to you instead of going to the other).
Bener jg sih kata2 dia.. terutama belajar buat berkata tidak.
Sekarang gue lagi mikir, bisa ga ya gue bilang ngga mau dateng ke training hari Selasa hehe..
(tapi abis itu bingung mikir apa alasannya :p - selain alasan jujur: wasting time dan ga dapet apa2, mendingan ngerjain yg lain)
Anyway...
Kok ya pas lagi,
pas lagi berkeluh kesah, eh dapet email yg isinya ada ini:
1. Free your heart from hatred - Forgive.
2. Free your mind from worries - Most never happen.
3. Live simply and appreciate what you have.
4. Give more.
5. Expect less
Katanya sih itu resep utk bahagia.. :)
Utk gue saat ini, gue lg butuh no 2 no 2 no 2 no 2..
apalagi buat minggu depan...arrggghh.. bakal lebih parah dr minggu ini sptnya :(
*kebayang berdiri di depan, dihujani pertanyaan2, serasa lg koloquium*
Wednesday, March 03, 2010
... Overwhelm
Sering bgt selagi kerja di kantor, ada pertanyaan yg muncul di kepala: kenapa ya gue ga dikasih kerjaan yg kecil2 aja, yg biasa2 aja, yg gak bikin tertekan, yg gak harus ini itu, tapi tetap bisa membantu atau memberi kontribusi ke org lain / perusahaan.
Kalo ngeliat si Susi, rasanya menyenangkan. Kerja sampe jam 1, lalu pulang ngurus keluarganya. Kerjaan jadi bukan sesuatu hal yg menyita seluruh waktu.
Kadang suka jadi bingung sendiri. Biasanya kan orang bekerja keras krn ada hal yg ingin dikejarnya. Entah jabatan, uang, pengakuan, pembuktian, atau apalah gak tau. Tapi kalo ga ada yg pingin dikejar, gmn dong. Yg ada malah ngerasain bebannya doang.
Kadang pingin teriak: let me alone, let me finish this first, and don't ask too much from me!
It's really frustrated, until I have no energy left even to say a word.
Then suddenly I become a zombie, with empty face and mind somewhere else..
hmm... I need a break.
Kalo ngeliat si Susi, rasanya menyenangkan. Kerja sampe jam 1, lalu pulang ngurus keluarganya. Kerjaan jadi bukan sesuatu hal yg menyita seluruh waktu.
Kadang suka jadi bingung sendiri. Biasanya kan orang bekerja keras krn ada hal yg ingin dikejarnya. Entah jabatan, uang, pengakuan, pembuktian, atau apalah gak tau. Tapi kalo ga ada yg pingin dikejar, gmn dong. Yg ada malah ngerasain bebannya doang.
Kadang pingin teriak: let me alone, let me finish this first, and don't ask too much from me!
It's really frustrated, until I have no energy left even to say a word.
Then suddenly I become a zombie, with empty face and mind somewhere else..
hmm... I need a break.
Monday, March 01, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)