Sampai minggu lalu, setiap kali mikir tentang kemungkinan untuk memulai situasi hidup yang baru, gue selalu mikir bahwa segala sesuatu akan dimulai dari nol lagi, dari bawah lagi. Semua yang sudah dibangun selama ini akan jadi sulit dibawa dan diteruskan, kemungkinan malah bisa hilang.
Tapi kemudian seorang teman yang bijak malah berkomentar sebaliknya.
"Jangan berpikir setiap perubahan dalam hidup itu berarti memulai kembali dari awal. Lu harus anggap setiap perubahan itu sama dengan proses naik tingkat, proses menaikkan level hidup lu, menjadi lebih baik."
Menjadi lebih baik itu tidak hanya dalam hal materi, tapi juga dalam hal lainnya.
Memang sih, setelah dipikir2 lagi, setiap perubahan dalam hidup itu selalu punya pengaruh yg negatif/merugikan dan positif/menguntungkan. Tapi pada akhirnya, kalau kita bisa memaksimalkan apa yang kita dapatkan / diberi, kadang malah bisa mendapatkan lebih banyak yg positif..
Hmm. Gue masih harus terus belajar untuk bisa melihat sisi-sisi positif dari setiap perubahan dalam hidup..
Wednesday, June 29, 2011
Saturday, June 25, 2011
Cinta dan Menikah
*serius mode*
Dulu saya pikir konsep menikah muda itu hanya ada di dunia timur. Menikah karena cinta, dijodohkan atau karena alasan lainnya. Tapi ternyata saya salah.
Mantan housemate saya, orang Jerman, punya seorang adik. Umurnya masih 20an tapi dia sudah beristri dan punya anak dua. Mereka menikah muda. Istrinya mungkin masih umur belasan waktu mereka menikah (di atas 18 harusnya ya).
Satu weekend di Indianapolis dua bulan lalu, saya diajak teman kantor berkunjung ke rumah temannya. Mereka pasangan muda. Ada beberapa tamu lainnya, rata-rata mereka pasangan muda, 1 pasangan dengan bayinya. Pasangan muda di sini benar-benar muda, umur sekitar awal 20an. Dari situ dimulailah obrolan saya dengan teman kantor dan pasangannya tentang pernikahan.
Beda di Jerman, beda pula di Amerika. Ada sebagian masyarakat di sana yg sama saja ketatnya seperti di timur. Menikah tanpa pacaran atau tanpa perlu lama-lama pacaran. Pengaruh agama dan adat istiadat tidak bisa dihindari.
Kadang jadi bertanya-tanya, bagaimana ke depannya. Menikah itu komitmen seumur hidup. Apa bakal mudah juga bercerai?
Semua tergantung masing-masing orang sebenarnya. Mungkin kalau saya masih berumur 20an, saya tidak akan melihatnya sebagai sesuatu yang amazing. Yakin sekali, kalau saya sebagai pelaku, yang ada di otak hanya: just do it. :)
Sekarang, segala sesuatu jadi dipikir, dan kadang dipikir panjang.
Setiap orang berubah. Bertambah usia, berubah pula cara berpikirnya.
Oya, cinta hampir terlewat.
Pasangan muda itu kadang terlihat sekali cintanya. Kasmarannya. Seberapa lama cinta yang seperti itu bisa bertahan?
Dulu saya pikir konsep menikah muda itu hanya ada di dunia timur. Menikah karena cinta, dijodohkan atau karena alasan lainnya. Tapi ternyata saya salah.
Mantan housemate saya, orang Jerman, punya seorang adik. Umurnya masih 20an tapi dia sudah beristri dan punya anak dua. Mereka menikah muda. Istrinya mungkin masih umur belasan waktu mereka menikah (di atas 18 harusnya ya).
Satu weekend di Indianapolis dua bulan lalu, saya diajak teman kantor berkunjung ke rumah temannya. Mereka pasangan muda. Ada beberapa tamu lainnya, rata-rata mereka pasangan muda, 1 pasangan dengan bayinya. Pasangan muda di sini benar-benar muda, umur sekitar awal 20an. Dari situ dimulailah obrolan saya dengan teman kantor dan pasangannya tentang pernikahan.
Beda di Jerman, beda pula di Amerika. Ada sebagian masyarakat di sana yg sama saja ketatnya seperti di timur. Menikah tanpa pacaran atau tanpa perlu lama-lama pacaran. Pengaruh agama dan adat istiadat tidak bisa dihindari.
Kadang jadi bertanya-tanya, bagaimana ke depannya. Menikah itu komitmen seumur hidup. Apa bakal mudah juga bercerai?
Semua tergantung masing-masing orang sebenarnya. Mungkin kalau saya masih berumur 20an, saya tidak akan melihatnya sebagai sesuatu yang amazing. Yakin sekali, kalau saya sebagai pelaku, yang ada di otak hanya: just do it. :)
Sekarang, segala sesuatu jadi dipikir, dan kadang dipikir panjang.
Setiap orang berubah. Bertambah usia, berubah pula cara berpikirnya.
Oya, cinta hampir terlewat.
Pasangan muda itu kadang terlihat sekali cintanya. Kasmarannya. Seberapa lama cinta yang seperti itu bisa bertahan?
Subscribe to:
Posts (Atom)