Saturday, June 25, 2011

Cinta dan Menikah

*serius mode*


Dulu saya pikir konsep menikah muda itu hanya ada di dunia timur. Menikah karena cinta, dijodohkan atau karena alasan lainnya. Tapi ternyata saya salah. 


Mantan housemate saya, orang Jerman, punya seorang adik. Umurnya masih 20an tapi dia sudah beristri dan punya anak dua. Mereka menikah muda. Istrinya mungkin masih umur belasan waktu mereka menikah (di atas 18 harusnya ya). 


Satu weekend di Indianapolis dua bulan lalu, saya diajak teman kantor berkunjung ke rumah temannya. Mereka pasangan muda. Ada beberapa tamu lainnya, rata-rata mereka pasangan muda, 1 pasangan dengan bayinya. Pasangan muda di sini benar-benar muda, umur sekitar awal 20an. Dari situ dimulailah obrolan saya dengan teman kantor dan pasangannya tentang pernikahan. 


Beda di Jerman, beda pula di Amerika. Ada sebagian masyarakat di sana yg sama saja ketatnya seperti di timur. Menikah tanpa pacaran atau tanpa perlu lama-lama pacaran. Pengaruh agama dan adat istiadat tidak bisa dihindari.


Kadang jadi bertanya-tanya, bagaimana ke depannya. Menikah itu komitmen seumur hidup. Apa bakal mudah juga bercerai?


Semua tergantung masing-masing orang sebenarnya. Mungkin kalau saya masih berumur 20an, saya tidak akan melihatnya sebagai sesuatu yang amazing. Yakin sekali, kalau saya sebagai pelaku, yang ada di otak hanya: just do it. :)
Sekarang, segala sesuatu jadi dipikir, dan kadang dipikir panjang. 


Setiap orang berubah. Bertambah usia, berubah pula cara berpikirnya.


Oya, cinta hampir terlewat.
Pasangan muda itu kadang terlihat sekali cintanya. Kasmarannya. Seberapa lama cinta yang seperti itu bisa bertahan? 



No comments: