Saturday, October 29, 2011

Forgive

Man: "You don't want to know the detail of what i did."
Woman: 
"If you want me to forgive you, I need to know what I'm forgiving you for.
Where were you .. what did you do .. did you do that.. ?
You answer all those questions then we can talk about forgiveness."
(from one episode of the Good Wife)

Would you dare enough to tell someone you've really hurt about the detail of what you did? Before or after you ask for forgiveness?
We might think that we'll hurt that person even more by doing that, but what if in the contrary you'll actually help him/her to finally forgive you completely? 

*I might have found my answer why I'm still having hurt and anger inside, it's because I don't know what I'm forgiving him for..* *sigh*



Monday, October 03, 2011

September Tanpa Post

September kemarin memberi banyak pengalaman.
Satu, melihat Norwegia. Biarpun cuma sesaat, tapi bisa melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya adalah suatu anugerah. Norwegia itu cantik dan baik. Itu kesan pertama. 
Dua, bisa melewati satu tahapan untuk mendapatkan sim adalah juga suatu anugerah. Atau itu suatu hasil jerih payah. Sesuatu yang terbayar. Benar-benar tekad besar, semangat, dan berusaha sekuat tenaga menjadi kuncinya. Jadi malu, kenapa gak selalu bisa seperti itu ya..
Tiga, senangnya bisa bertemu teman lama.. teman satu rumah, yang rasanya bukanlah teman paling dekat, tapi ternyata teman yang awet. Kadang memang gak perlu jadi teman yang selalu penuh perhatian. Cukup jadi teman yang memperhatikan saat dibutuhkan, yang membiarkan saat tidak dicari, atau yang datang ketika diundang. Kadang, menjadi apa adanya memang yang terbaik.
Empat, ada saatnya bertemu, ada saatnya berpisah. Dua teman kantor harus pergi meninggalkan tim. Sedih juga. Tapi mereka mendapatkan yang lebih baik, pastinya. Biarpun sudah berpisah, ini bukanlah benar-benar perpisahan. Pertemanan akan berjalan terus, dimana pun kita berada. Percaya itu.