Friday, March 31, 2006

Cinta = kata kerja?

~Ini sebenernya postingan lama di blog yg lama.. tapi aku posting lagi pake tgl hari ini.

“Orang yang proaktif membuat cinta sebagai kata kerja.
Cinta adalah sesuatu yang anda lakukan: pengorbanan yang anda buat, pemberian diri anda, seperti ibu yang melahirkan anaknya ke dunia.
Cinta adalah nilai yang diwujudkan melalui perbuatan penuh kasih.
Orang proaktif menomorduakan perasaan sesudah nilai.
Cinta, perasaannya dapat diperoleh kembali.”

MarriedGuy (MG): “Saya dan istri saya kini tidak memiliki perasaan seperti yang dulu kami rasakan satu sama lain. Saya rasa saya tidak mencintainya dan ia tidak lagi mencintai saya. Apa yang dapat saya lakukan?”
Stephen (S): “Rasa cinta itu tidak ada lagi?”
MG: “Benar, dan kami mempunyai 3 anak yang sungguh kami khawatirkan. Apa saran anda?”
S: “Cintai dia”
MG: “Sudah saya katakan, perasaan itu sudah tidak ada lagi”
S: “Cintai dia”
MG: “Anda tidak mengerti. Rasa cinta itu sudah tidak ada lagi”
S: “Kalau begitu, cintailah dia. Jika perasaan itu tidak ada lagi, hal itu menjadi alasan yang baik sekali untuk mencintainya.”
MG: “Tapi bagaimana anda bisa mencintai jika anda tidak mencintainya lagi?”
S: “Sahabatku, cinta adalah kata kerja.
Cinta – perasaannya – merupakan buah dari cinta, kata kerjanya. J
adi, cintai dia. Layani dia. Berkorban. Dengarkan dia. Berempati. Hargai. Teguhkan dia. Apakah anda bersedia berbuat begitu?”

(from Seven Habits by Stephen R. Covey)

~utk yang sedang mencari, ragu, atau tidak merasakan lagi: cinta

No comments: